Selalu Bergantung Pada-Nya, Jangan Pernah Berputus Berdoa

 

Kebiasaan buruk yang sering dilakukan seseorang hamba adalah ia hanya berdoa di saat butuh dan melenggang di saat kebutuhannya terpenuhi. Tak pernah merasa mau bergantung kepada Sang Khaliq.

Padahal kehidupan diciptakan Tuhan dengan ketidaksempurnaan. Maka selayaknyalah kita bergantung kepada-Nya. Apalagi kalau sadar, bahwa tidak satu pun hal yang bisa kita lakukan tanpa izin dan kehadiran-Nya. Kita layak bergantung kepada Allah, Tuhan Pemilik jagad raya ini. Dia begitu Kuasa, Dia begitu Baik, dan Dia begitu Peduli. Dia memang segala-galanya bagi kehidupan manusia.

Sekali kita merasa bergantung kepada-Nya, selama itu pula Allah menyediakan diri-Nya untuk kita semua. Dia-lah pintu segala harapan, Dia-lah Penyedia segala kebutuhan, dan Dia-lah Pemberi segala nikmat.

Lupa diri dan lupa bersyukur, adalah dua sifat yang sering menempel pada diri hamba. Ketika hamba susah, hamba memohon kepada-Mu agar dihilangkan semua kesusahan. Setelah diangkat kesusahan itu, hamba ‘hadirkan’ lagi kesusahan-kesusahan baru, kesusahan yang terbuat lantaran kebusukan hati dan kekotoran pikiran. Lalu kembali hamba meratap di hadapan-Mu untuk beroleh kembali pertolongan-Mu. Demikian pula ketika hamba berjalan seperti bukan Engkau yang memberi kehidupan bagi hamba.

Seharusnya sebab kelakuan hamba, hamba tidak bisa tertawa lagi. Ya semestinya! Tapi Engkau memang Mahakasih dan Mahasayang, hamba masih Engkau beri hak untuk tersenyum, untuk tertawa. Wahai Tuhan hamba, dekaplah diri hamba agar hamba tak berlari dari wajah-Mu lagi…