Umroh Plus Ta’if

UMROH PLUS TA’IF

KOTA TA’IF
Thaif merupakan daerah dimana Nabi Muhammad berhijrah kesana dari kota Mekkah. Untuk mencapai daerah tersebut dengan jalur darat maka akan dibutuhkan waktu sekitar 3 jam dari kota Jeddah. Namun akan menjadi singkat jika dilakukan dari kota Mekkah, yang hanya sekitar 1 jam lamanya.

Anda akan menikmati perjalanan menuju kota Thaif, dengan jalan-jalan yang mulus, serta akan didapati belokan-belokan sambil menanjak, dari ketinggian akan terlihat jalan yang membentuk huruf S dengan jurang-jurang terjal di pinggir jalannya, serta gunung-gunung yang dihiasi rerumputan yang terlihat cantik dan menawan. Sehingga anda akan terpana menyangka itu semua hanya ada di Indonesia, padahal itu juga ada di Arab Saudi.

PERJALANAN PAHIT ROSULULLAH DI KOTA TA’IF
Thaif dalam sejarah awal perjuangan Rasulullah Muhammad SAW memang sangat pahit. Terhitung tiga tahun sebelum hijrah, Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke Thaif untuk melakukan dakwah dan mengajak Kabilah Tsaqif masuk Islam. Perjalanan ini dilakukan tidak lama setelah wafatnya Siti Khadijah pada 619 Masehi dan wafatnya Abu Thalib, pelindung utama yang juga paman Rasulullah SAW pada 620 Masehi.

Meninggalnya Abu Thalib dan Siti Khadijah ini yang disegani oleh kaum musyrik Qurais, membuat mereka semakin berani mengganggu Rasulullah SAW. Oleh karena itu, jika warga kota Thaif mau menerima Islam, kota ini akan dijadikan tempat berlindung bagi warga muslimin dari kekejaman kaum musyrikin Makkah.

Untuk menghindari penganiayaan yang lebih berat secara diam-diam dan dengan berjalan kaki, Rasulullah mencoba pergi ke Thaif untuk meminta pertolongan dan perlindungan. Rasulullah tinggal di Thaif selama sepuluh hari untuk berdakwah dan meminta perlindungan. Namun, ternyata penduduk Thaif melakukan penolakan dan memperlakukan Rasulullah dengan kasar.

Saat itu, kaum Tsaqif melempari Rasulullah SAW, sehingga kakinya terluka. Tindakan brutal penduduk Thaif ini membuat Zaid bin Haritsah membelanya dan melindunginya, tapi kepalanya juga terluka akibat terkena lemparan batu. Akhirnya, Rasulullah berlindung di kebun milik ‘Utbah bin Rabi’ah.

Saat itu, Rasulullah SAW berdoa, \\\”Ya, Allah kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku kurangnya kesanggupanku, dan kerendahan diriku berhadapan dengan manusia. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih ladi Maha Penyayang. Engkaulah Pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindungku! Kepada siapa diriku hendak Engkau serahkan? Kepada orang jauh yang berwajah suram terhadapku, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diriku?

Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akherat dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan dan mempersalahkan diriku. Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu.\\\”

Dari do\\\’a ini tentu semua begitu memahami betapa beratnya cobaan Rasulullah SAW saat itu dalam menghadapi penganiayaan dengan penuh ridho, ikhlas dan sabar, serta tidak pernah berputus asa. Seperti sejumlah cerita yang diriwayatkan kembali Ulama Hadist terkenal, Imam Bukhori dan Muslim dari Asiyah RA (istri kedua Rasulullah SAW).

Ia (Aisyah) berkata, \\\”Wahai Rasulullah SAW, pernahkah engkau mengalami peristiwa yang lebih berat dari peristiwa Uhud?“ Jawab Nabi saw, “Aku telah mengalami berbagai penganiayaan dari kaumku. Tetapi penganiayaan terberat yang pernah aku rasakan ialah pada hari ‘Aqabah di mana aku datang dan berdakwah kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kilal, tetapi tersentak dan tersadar ketika sampai di Qarnu’ts-Tsa’alib.

Lalu aku angkat kepalaku, dan aku pandang dan tiba-tiba muncul Jibril memanggilku seraya berkata, “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan dan jawaban kaummu terhadapmu, dan Allah telah mengutus Malaikat penjaga gunung untuk engkau perintahkan sesukamu,“ Rasulullah SAW melanjutkan.

\\\”Kemudian Malaikat penjaga gunung memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku lalu berkata, “ Wahai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan kaummu terhadapmu. Aku adalah Malaikat penjaga gunung, dan Rabb-mu telah mengutusku kepadamu untuk engkau perintahkan sesukamu, jika engkau suka, aku bisa membalikkan gunung Akhsyabin ini ke atas mereka.\\\” Jawab Rasulullah SAW, “Bahkan aku menginginkan semoga Allah berkenan mengeluarkan dari anak keturunan mereka generasi yang menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya, dengan sesuatu pun.“ Subhanallah..!!

Setelah mengetahui keindahan kota ta’if dan sejarahnya sudahkah anda berniat untuk mengunjunginya.
dengan program umroh plus city tour ta’if anda bisa berumroh sekaligus mengunjungi kota bersejarah ini dengan satu paket lengkap.

Paket Umroh Plus Ta’if

 

Persyaratan Umroh

  1. Passport yang masih berlaku ( min. 7 bulan sebelum keberangkatan ) dan nama di dalam pasport minimal 3 suku kata contoh “Muhammad Syaril Kadim”
  2. Buku Vaksin Meningitis
  3. KTP (fotocopy)
  4. Buku nikah bagi suami istri yang berpergian (fotocopy)
  5. Akte lahir bagi yang membawa putra/i (fotocopy)
  6. Pas foto ukuran 4 x 6 = 4 lbr ( latar belakang putih )
  7. Dokumen dan pelunasan sudah kami terima minimal 1 bulan sebelum jadwal keberangkatan
  8. Membayar DP sebesar Rp. 7.000.000,-
  9. Mengisi surat pernyataan

Harga sudah termasuk

  1. Visa Umrah
  2. Tiket pesawat PP
  3. Akomodasi hotel di Tanah Suci
  4. Makan 3x sehari
  5. Pembimbing Ibadah / Guide / Muthawwif
  6. Manasik Umroh 1x di kantor Al Hijaz Tour
  7. Ziarah Mekkah, Madinah & City Tour Jeddah

Harga belum termasuk

  1. Pembuatan Passport
  2. Visa Umroh (Bagi yang pernah berangkat umroh di tahun yang sama (Hijriah), dikenakan biaya SAR 2.000 )
  3. Tiket pesawat dari daerah ke Jakarta
  4. Suntik Meningitis
  5. Biaya Perlengkatan, Handling & Asuransi Rp. 1.200.000,- (Pulau Jawa) Luar pulau jawa ongkos kirim ditanggung Jamaah.

Pembatalan Paket Umroh

Bila terjadi sesuatu hal yang tidak terduga bagi calon jamaah Umroh dan terpaksa membatalkan diri maka akan dikenakan biaya pembatan

  1. Pembatalan sebelum Issued Ticket dan Visa, dikenakan DP Hangus.
  2. Pembatalan setelah pengurusan Visa, dikenakan DP hangus dan dikenakan biaya Visa.
  3. Pembatan Setelah Issued Ticket, dikenakan biaya 100% & harga paket

Catatan: Perhitungan biaya Pembatalan berdasarkan dari harga paket